Archive for the ‘Fertility Center’ Category

Sekilas Tentang Pemeriksaan Kesuburan atau Fertilitas

Friday, May 7th, 2010

Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan kesuburan?

Pemeriksaan kesuburan dilakukan untuk setiap wanita yang telah menikah dan telah siap untuk hamil. Hal ini sangat baik dilakukan agar setiap pasangan :

  1. Mengetahui kondisi masing-masing, misalnya siklus menstruasi, masa usia subur, bentuk dan fungsi alat reproduksinya, apakah terdapat infeksi yang perlu diobati sebelum hamil (misalnya, Toxoplasma, Rubella, dan lainnya), apakah perlu diberikan vaksin terlebih dahulu agar hamilnya aman.
  2. Memahami pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai bagaimana terjadinya kehamilan dan persiapan menghadapi kehamilan dengan baik.
  3. Dapat mengoptimalkan kondisi alat reproduksinya agar sang istri memiliki siklus menstruasi dan kondisi hormonal menjadi lebih teratur serta sang suami memiliki sperma yang baik dengan cara-cara yang sederhana, mudah dan nyaman.

Pemeriksaan_infertilitas_1

Apakah saya perlu diperiksa ?

Benar, karena banyak sekali pasangan baru akhir-akhir ini yang terlambat mengetahui kondisinya, contohnya cukup banyak wanita hamil yang baru mengetahui bahwa dirinya terinfeksi oleh virus yang membahayakan anaknya. Sebenarnya hal ini dapat dihindari dengan pemeriksaan laboratorium dini sebelum wanita tersebut hamil. Hal lain yaitu banyak sekali pasangan sibuk yang bekerja dan belum mengerti mengenai masa usia subur sehingga cukup sulit hamil. Suatu hal terpenting yaitu tentang gaya hidup, karena polusi makin lama makin banyak, makanan dan minuman banyak yang kurang menyehatkan, tingkat kesibukan dan persaingan tinggi yang menyebabkan tingkat stres meningkat, hal tersebut perlu dipahami dan dicari solusinya sebelum semuanya terlambat.

Pemeriksaan_infertilitas_2
Apakah keuntungan bila dilakukan pemeriksaan ?
Keuntungan yang diperoleh kedua pasangan sangat berguna, yaitu :

  1. Optimalisasi kondisi alat reproduksi dengan cara yang murah, mudah, aman, dan sangat efektif melalui konsultasi dan pemeriksaan USG/Lab sederhana.
  2. Mengurangi angka kejadian infertilitas/ketidaksuburan sehingga dapat memiliki anak sesegera mungkin dengan cara alami.
  3. Tidak ada resiko sama sekali, bahkan dapat mencegah penyulit-penyulit yang diperkirakan bisa timbul.
  4. Proses kehamilan yang aman dan lancar.
  5. Memiliki ilmu untuk dapat dibagikan pada saudara dan teman-teman yang disayangi.

Pemeriksaan_infertilitas_3
~ Julius T. Pangayoman – Melinda Hospital ~

Lingkaran Emosional dalam Infertilitas

Friday, May 7th, 2010

Kesuburan sangat dipengaruhi oleh keadaan hormonal seorang wanita yang sedikit banyak dapat dinilai dari siklus menstruasinya. Namun ternyata keseimbangan hormon tubuh sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan non-fisik (terutama kondisi emosional). Contohnya bila seseorang terlalu lelah dalam bekerja atau olahraga berlebihan, maka siklus menstruasi kadang terganggu, kondisi lain seperti stres dalam kehidupan sehari-hari terkadang juga menyebabkan siklus menstruasi berubah. Perubahan siklus menstruasi tersebut dapat berupa menjadi menorrhagia (darah haid yang banyak), metrorrhagia (ketidakteraturan waktu menstruasi), oligomenorrhea (darah haid yang sedikit), bahkan sampai dengan amenorrhea (tidak haid selama 3 siklus). Perubahan siklus menstruasi ini akan menjadi salah satu penyebab terjadinya infertilitas.

Infertilitas_1
Infertilitas dapat mengubah hampir setiap aspek kehidupan seseorang. Kepercayaan diri, harapan akan masa depan, dan hubungan dengan orang lain semuanya dapat terpengaruh. Namun aspek emosional dari infertilitas sering diabaikan dan tidak diterapi. Oleh karena hal ini bersifat sangat pribadi, banyak pasangan yang tidak berbagi pengalaman secara terbuka pada keluarga maupun teman mereka. Sebagai akibatnya, mereka akan merasa tersingkir dan terasing, namun hal yang sebenarnya perlu diketahui adalah bahwa mereka tidak sendiri. Kenyataannya, satu dari enam pasangan di seluruh dunia mengalami masalah infertilitas ini dengan diiringi rasa frustasi.

Infertilitas_2

Hal-hal emosional yang sering muncul dalam infertilitas :

  1. Kebingungan karena tidak mengerti apa yang terjadi dengan diri dan pasangannya.
  2. Kecemasan dan ketakutan terhadap ketidakmungkinan memiliki anak.
  3. Rasa malu oleh karena merasa tubuhnya “tidak berfungsi normal”.
  4. Kemarahan pada tubuh sendiri (karena merasa tidak mampu), marah terhadap pasangan ataupun orang lain yang sudah mempunyai anak.
  5. Mempersalahkan diri sendiri: “Kesalahan apa yang telah kuperbuat sehingga aku mendapatkan kesulitan ini?”
  6. Kekhawatiran berlebih oleh karena berbagai macam tekanan dan tuntutan baik dari keluarga maupun lingkungan sosial.
  7. Berlebihan dalam hal privasi yang mengarah pada kondisi “mengucilkan diri”.
  8. Merasa bahwa orang lain tidak akan pernah mengerti kondisi yang sedang dialaminya, terutama kepada orang-orang yang telah memiliki anak.
  9. Penyangkalan terhadap kondisi tubuhnya, dan mempersalahkan orang lain.
  10. Kecemburuan terhadap orang yang telah memiliki anak.
  11. Frustasi dan merasa lelah karena pengobatan yang diberikan memiliki jangka yang cukup panjang, biaya yang lumayan dan tidak menjanjikan kepastian.
  12. Mudah tersinggung dan sensitif.
  13. Merasa bahwa hubungan seksual merupakan suatu keharusan dan menjadi arena perang berbagai reaksi emosional.
  14. Tidak dapat menerima kenyataan mengenai kondisi diri dan pasangannya.

Infertilitas_3
Hal-hal yang dapat membantu mengurangi stres emosional yang terjadi dalam infertilitas :

  1. Jangan takut untuk menceritakan dan mengungkapkan keingintahuan dan kesulitan Anda pada seseorang yang Anda percaya, dokter ataupun pada pasangan lain yang memiliki keluhan sulit memiliki anak juga, sehingga Anda akan merasakan bahwa Anda tidak sendiri di dunia ini dan masih banyak orang yang bersedia membantu Anda.
  2. Sangatlah wajar untuk merasa khawatir, cemas ataupun takut, namun banyaklah membaca tentang hal yang  berhubungan dengan infertilitas sehingga Anda mengetahui bahwa masih banyak cara untuk membantu hingga Anda hamil.
  3. Kemarahan, rasa salah dan mempersalahkan kadang timbul, namun janganlah diikuti, karena hal ini terjadi bukan karena sesuatu yang salah, namun jadikanlah ini sesuatu proyek yang belum terlaksana, buatlah suatu rencana, jadwal dan strategi menuju keberhasilan.
  4. Tidak perlu malu, mudah tersinggung ataupun sensitif, karena ini bukanlah sesuatu yang jarang terjadi ataupun sesuatu yang “tidak normal”, karena di jaman sekarang yang sudah banyak sekali polusi dan gaya hidup yang kurang sehat, maka terbukti bahwa 1 dari 6 pasangan suami istri memiliki masalah infertilitas.
  5. Benar sekali bahwa pengobatan terhadap infertilitas merupakan perjalanan panjang dan belum ada yang menjanjikan keberhasilan 100% namun perlu diketahui bahwa persentase keberhasilan untuk hamil bagi pasangan subur pun hanyalah 25% sehingga setiap pasangan subur yang menikah belum tentu mendapatkan buah hatinya pada bulan berikutnya. Kabar baiknya pengobatan terhadap infertilitas sudah memiliki angka keberhasilan 20-40% (tergantung tekniknya), sehingga persentasenya sudah sama dengan pasangan subur. Sekarang, yang diperlukan adalah semangat dari tiap pasangan untuk mengikuti program dengan baik  dan berani untuk mencoba kembali di siklus berikutnya  apabila harapannya belum terwujud.
  6. Hal penting lainnya adalah komunikasi yang baik antara suami dan istri, baik verbal maupun seksual, sehingga perjalanan panjang ini tidak akan dipenuhi oleh emosi negatif melainkan akan membawa kebahagiaan.
  7. Ikutilah kelas-kelas relaksasi ataupun belajar membuka hati sehingga diperoleh ketenangan dan kedamaian hati sehingga semua stres dan emosi negatif tidak muncul tumpang tindih melainkan akan diperoleh kesehatan tubuh dan organ reproduksinya, serta kesadaran dan semangat untuk menggapai harapan yang membahagiakan.

Infertilitas_4

~ Julius Pangayoman-Melinda Hospital ~

Periksakan Masalah Kesuburan Anda dan Pasangan

Friday, March 12th, 2010

Masalah kesuburan merupakan suatu hal yang sangat mengganggu bahkan bisa mengancam keutuhan suatu rumah tangga. Masalah kesuburan terjadi akibat terganggunya sistem reproduksi pada wanita dan terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas sperma pada pria.

fertility_centre_1

Kesuburan merupakan ukuran bagi seorang pria dan wanita untuk bisa memiliki anak. Masalah kesuburan dan ketidaksuburan atau infertilitas merupakan masalah yang cukup sensitif bagi pasangan suami-istri yang sulit mempunyai anak. Jika Anda atau pasangan memang memiliki masalah kesuburan, janganlah berkecil hati karena banyak kasus hal tersebut dapat diobati dengan berbagai terapi dan pengobatan dengan teknologi modern.

fertility_centre_2

Salah satu hal yang paling ditakutkan setelah menikah adalah ketidaksuburan atau infertilitas yag sering dikaitkan dengan kemandulan pada salah satu pasangan. Bagi wanita, ketidaksuburan atau infertilitas disebabkan karena gagalnya pelepasan sel telur atau indung telur tidak dapat menghasilkan sel telur yang matang. Dengan demikian tidak terjadi ovulasi sehingga sel telur tidak masuk ke saluran telur yang menyebabkan tidak dapat terjadi pembuahan. Kondisi ini disebut sebagai ovulation disorder. Penyebab lainnya adalah tertutupnya atau tersumbatnya tuba falopi atau saluran telur.

fertility_centre_3

Sedangkan pada pria, ketidaksuburan sering disebabkan karena tidak adanya produksi sperma pada kantung sperma. Jikapun ada produksi sperma, namun jumlahnya sangat sedikit sehingga ketika masuk ke vagina, tidak ada sperma yang berhasil membuahi sel telur.


Fertility Center Atasi Masalah Kesuburan Anda

Lalu, apa saja terapi yang dapat dilakukan oleh kedua pasangan yang telah menikah mengenai kesuburan? Namun sebelum Anda menggunakan salah satu metode perawatan masalah kesuburan, sebaiknya Anda mendiskusikannya terlebih dahulu dengan para ahli medis.

fertility_centre_4

Untuk itu, Melinda Hospital menawarkan pada Anda bagi pasangan yang telah menikah namun sulit untuk memiliki anak dapat berkonsultasi langsung dengan para ahli medis yang dapat menangani masalah kesuburan. Fertility Center memiliki pelayanan seperti, Skrining Infertilitas (untuk mendiagnosis faktor penyebab ketidaksuburan), Ultrasonografi (pemeriksaan kondisi alat kandungan), Pemantauan Ovulasi (untuk menentukan waktu yang paling tepat kapan keluarnya sel telur), Induksi Ovulasi (untuk memicu tumbuh dan pemecahan folikel ‘kantung telur’), Laparoskopi (operasi untuk mendiagnosis dan terapi faktor-faktor infertilitas di rongga perut), Histeroskopi (tindakan untuk mendiagnosis dan terapi di dalam rahim), Inseminasi (tindakan untuk memasukkan langsung sperma ke dalam rahim), Analisis Sperma (pemeriksaan kondisi sperma), serta Testicular Sperm Extraction (operasi untuk pengambilan sperma bagi pria yang tidak dapat mengeluarkan sama sekali).

fertility_centre_5

Bagi Anda yang tengah mengalami masalah pada kesuburan jangan ragu untuk segera mengunjungi Fertility Center dan berkonsultasi langsung dengan tenaga ahli medis profesional, serta peralatan yang menunjang baik dalam kebersihannya maupun sterilisasinya.

Foto:  Melinda Hospital Fertility Center

Product
Melinda Corpoderma Esthetic Centre
  Corpoderma Melinda Hospital
  Wedding Belle Blog
  Talents Spektrum Melinda Hospital
Search
Archives
Tag Keywords
Please Your Message
Pengunjung
Total Visitor : 29120
Visitor : 5
Online : 0 user